- See more at: http://blog-rangga.blogspot.com/2013/01/cara-mengganti-icon-kursor-blog-dengan.html#sthash.p3gHS2mE.dpuf

Jumat, 04 Oktober 2013

berpikir kritis sebagai seorang perawat

       berpikir kritis (critical thinking) adalah memutuskan apa yang harus dilakukan berdasarkan pemikiran rasional yang reflektif. meliputi mengemukakan ide, prinsip, argumentasi, kesimpulan, pernyataan, keyakinan dan tindakan yang rasional.
dalam keperawatan adalah suatu kemampuan bagaimana perawat mampu berpikir dengan sistem kritis dan menerapkan standard intelektual untuk menganalisis proses berpikir. kegiatan mengevaluasi dan mempertimbangkan kesimpulan yang akan diambil manakala menentukan beberapa faktor pendukung untuk membuat keputusan dan penilaian serta dapat memecahkan masalah tanpa menimbulkan masalah baru.

       perawat harus mampu berpikir kritis dalam berbagai aspek, yaitu:
1. aspek fisiologis: pengobatan penyakit
2. aspek psikologis: memberikan sugesti semangat dan sembuh
3. aspek spiritual: memberikan dorongan rohani
4. aspek sosial: bagaimana agar klien tersebut tidak dikucilkan oleh lingkungan sosialnya

       adapun manfaat berpikir kritis bagi seorang perawat profesional adalah:
- memecahkan masalah
- tidak punya masalah baru
- terdidik dalam suatu masalah
- keterampilan universal
- meningkatkan keterampilan verbal dan analitik
- meningkatkan kreatifitas
- meta thinking  skill (refleksi diri)

       ada 4 penerapan pokok yang harus diterapkan oleh profesi perawat, yaitu;
1. penggunaan bahasa dalam keperawatan
    - informative use of language (informasi yang dapat diklarifikasi)
    - expressive use of language (mengekspresikan perasaan dan sikap)
    - directive use of language (melaksanakan perencanaan keperawatan)
    - interrogative use of language (mengajukan pertanyaan dalam mencari informasi)
    - conditional use of language (mengekspresikan pengandaian)
2. argumentasi dalam keperawatan
3. pengambilan keputusan
4. penerapan dalam proses keperawatan
    - pengkajian
    - perumusan diagnosa keperawatan
    - perencanaan keperawatan
    - pelaksanaan keperawatan
    - evaluasi keperawatan
       fungsi dari berpikir kritis adalah:
1. penggunaan proses berpikir kritis dalam aktivitas keperawatan sehari-hari
2. membedakan sejumlah isu-isu dalam keperawatan
3. mengidentifikasi dan merumuskan masalah keperawatan
4. menganalisis pengertian hubungan dari masing-masing individu
5. mengenal menguji asumsi-asumsi keperawatan
6. membuat dan mengecek validasi data keperawatan
7. mengevaluasi penampilan kinerja dan kesimpulan asuhan keperawatan

       faktor-faktor yang mempengaruhi proses berpikir kritis antara lain adalah kondisi fisik, keyakinan atau motivasi, kecemasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar